News & Articles

15 February 2016
Mengintip Sejarah Kebaya

Kebaya tentunya bukanlah sebuah kata yang asing bagi masyarakat Indonesia, dan kebaya juga merupakan pakaian nasional bangsa kita yang harus kita banggakan selalu. Namun apakah Anda mengetahui dengan benar sejarah dari pakaian nasional ini? Tentunya jika Anda mengetahuinya, maka rasa kebanggaan Anda terhadap pakaian ini akan lebih bertambah. Dan pastinya akan menambah wawasan kita semua juga. Untuk itu kami akan mengulas bagaimana sejarah pakaian kebaya di Indonesia.

Untuk memulainya ada baiknya kita mengerti dulu apa arti kebaya jika dilihat dari asal katanya, kebaya ini berasal dari bahasa Arab yang disebut “abaya” , dan artinya adalah pakaian. Ada banyak sumber yang mengatakan bahwa kebaya asalnya pun dari negara Tiongkok yang menyebar ke berbagai tempat di Asia selama ratusan tahun mulai dari Malaka, Sumatera, Sulawesi, hingga ke daerah Jawa dan Bali. Di Indonesia sendiri pakaian ini sebelumnya hanya di pakai oleh keluarga kerajaan di tanah Jawa, yaitu pada sebelum tahun 1600. Dan pada saat itu kebaya juga sudah mulai dipakai sebagai pakaian yang resmi dipakai oleh wanita-wanita Eropa pada masa penjajahan Belanda. Dan kebaya terus berkembang hingga saat ini dengan munculnya berbagai macam kebaya modern yang memiliki pilihan warna yang sangat banyak dibandingkan jaman penjajahan Belanda tersebut.

Pada masa sekarang kebaya juga telah menjadi pakaian nasional sehingga wanita-wanita di seluruh Indonesia dapat memakai kebaya jika sedang menghadiri acara-acara resmi atau kenegaraan. Tetapi jika melihat sejarah tadi, memang pakaian kebaya ini lebih identik dipakai oleh wanita-wanita di tanah Jawa. Model dari kebaya ini pun juga berbeda-beda jika membandingkannya dengan berbagai model kebaya di seluruh tanah Jawa. Dan salah satu tokoh wanita Jawa yang sangat ikonik dengan pakaian kebaya ini tidak lain adalah R.A Kartini. Kebaya yang dipakai oleh beliau dan sering diperlihatkan di foto-foto  atau gambar-gambar sejarah merupakan kebaya khas dari Jawa Tengah. Tentu saja karena beliau memang berasal dari Jawa Tengah dan merupakan seorang wanita yang sangat menganut adat istiadat Jawa. Kebaya yang beliau pakai merupakan kebaya dengan berbagai jenis bahan katun, dan menggunakan stagen yang berfungsi sebagai ikat pinggang. Pada kalangan wanita Jawa, baju kebaya tersebut juga biasa diberikan aksesori tambahan yang mempunyai bentuk persegi panjang dan berfungsi sebagai penyambung, aksesori ini dikenal dengan nama “kuthubaru”

Bagi kebanyakan dan seharusnya seluruh wanita Jawa, kebaya ini bukan hanya berupa pakaian nasional biasa, tetapi banyak sekali filosofi-filosofi kehidupan yang terkandung didalamnya, yaitu kepatuhan, kehalusan, serta perilaku wanita yang harus lemah lembut. Dan pakaian kebaya juga identik dengan kesederhanaan masyarakat Indonesia. Dan jika Anda perhatikan, hampir semua kebaya akan mengikuti bentuk tubuh daripaa wanita yang memakainya, karenanya wanita harus selalu dapat menyesuaikan dan menjaga diri dengan baik. Dan wanita yang memakai kebaya tersebut juga akan terlihat lebih anggun dan menawan.

Semua filosofi yang melekat pada kebaya pada masa itu tentu saja harus selalu kita ingat dan kita lestarikan, agar kelak kebaya ini hanya akan menjadi sebuah pakaian yang sudah tidak memiliki nilai sejarah yang luar biasa. Tugas generasi sekaranglah yang harus menjaga kekayaan budaya negara kita tersebut. Demikian wawasan yang dapat kami bagikan pada artikel kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi Anda semua yang membaca artikel ini.