News & Articles

1 March 2016
Mengenal Busana Tradisional Jepang

Memiliki pakaian trasidional merupakan salah satu ciri khas dari setiap daerah bahkan negara. Pakaian tradisional dipercaya mampu mengangkat nilai kebudayaan dan menjadi salah satu karya seni unik yang dimiliki setiap negara masing-masing. Pakaian tradisional adalah pakaian yang memiliki unsur sakral dengan fungsi yang berbeda-beda. Dengan menggunakan pakaian tradisional akan memberi kesan berwibawa dan kebanggan tersendiri.

Jepang  adalah negara yang memiliki banyak keunikan. Mulai dari makanan, gaya hidup hingga berbusana. Berbicara soal busana Jepang, sudah pasti akan membicarakan soal harajuku. Pakaian harajuku ini merupakan hasil karya anak muda Jepang yang hingga kini masih bertahan. Pakaian tradisional seperti kimuno juga merupakan pakaian yang masih bertahan hingga saat ini. 

Berikut ini adalah macam-macam busana tradisional Jepang:

Irotomesode. Merupakan salah atu dari jenis kimuno. Pakaian jenis ini biasa dikenakan oleh para wanita muda di Jepang. Baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah. Terbuat dari bahan temosode berwarna. Pakaian ini digunakan untuk menghadiri acara pesta.

Furisode. Adalah pakaian kimuno formal yang hanya dapat dikenakan oleh wanita yang belum menikah. Ciri khas dari pakaian tradisional ini adalah motif pada kain yang mencolok dan penuh disetiap bagian serta memiliki warna kain yang cerah. Bagian lengan sangat lebar dan panjang hingga menjuntai kebawah. Pakaian ini merupakan salah satu yang paling sering dipakai oleh wanita Jepang karena memiliki kesan anggun dan feminim.

Iromuji. Adalah pakaian yang dapat digunakan oleh semua kalangan. Dapat digunakan untuk acara formal maupun non formal sesuai dengan yang diinginkan. Memiliki warna yang lebih lembut seperti biru muda, atau merah muda keungu-unguan. Warna yang lembut memberi kesan cantik bagi penggunanya. Hal ii didukung dengan warna kulit wanita Jepang yang putih cerah.

Komon. Merupakan kimuno yang memiliki kesan santai. Motifnya sederhana dan kecil serta berulang. Pakaian jenis ini  biasa digunakan untuk acara pesta akan malam, minum teh, bertemu teman maupun acara lainnya. Kimuno ini merupakan kinumo yang hingga kini masih bertahan. Karena merupakan salah satu yang dapat digunakan sebagai pakaian sehari-hari dengan kesan santai yang dimiliki.  

Homogi. Adalah kimuno formal untuk wanita. Memiliki motif full diseluruh bagian kain. Baik depan maupun belakang.

Pakaian tradisonal Jepang tentunya sudah banyak yang mengetahuinya. Bahkan kimuno hingga kini semakin banyak yang menyukainya karena memberi kesan sakral dan anggun. Pakaian kimuno ada yang terbuat dari kain satin yang hingga kini terkenal didunia fashion. Kain satin akan memberi kesan elegan karena berkilau dan terlihat mahal.

Bagi masyarakat Jepang, menjaga sebuah tradisi leluhur merupakan hal yang harus diperhatikan. Karena dengan menjaga nilai dan kebudayaan tentu saja dinilai sebagai salah satu wujud penghormatan terhadap negaranya. Dengan begitu, akan menimbulkan sikap nasionalisme bagi masyarakat. Kimuno kini menjadi salah satu ikon fashion yang kerap kali dijadikan sebagai paduan dalam membuat sebuah gaun yang anggun. Hal ini tentu saja karena kimuno memiliki ukuran yang panjang dan mengikuti lekuk tubuh pemakainya.

Seiring dengan berkembangnya zaman, kimuno kini sudah mulai beragam macamnya. Ada yang pendek dan ada juga yang panjang. Kesan anggun yang didapat tentunya semakin membuat kimuno semakin digemari. Bagi masyarakat jepang, menggunakan kimuno merupakan sebuah penghormatan karena dapat menggunakan pakaian yang memiliki unsur budaya yang sangat kental. Adapun negara lain yang memiliki pakaian tradisional yang hampir mirip adalah Korea dengan Hanbok.